Berkorban untuk Tuhan?

Berkorban untuk Tuhan?


Sepertinya baik-baik saja kalau ada pendeta atau pelayan yg bilang atau yg dipuji orang dengan berkata: "kita harus berkorban untuk Tuhan." atau "bapak itu berkorban demi Tuhan." atau "saya berkorban untuk Tuhan." dll. Mungkin dengan bermacam-macam sebutan lain lagi yg intinya memberi kesan manusia bisa berkorban untuk Tuhan.

Saya secara pribadi tdk setuju! Menurut saya, tidak ada manusia yg sanggup dan boleh dikatakan sdh berkorban untuk Tuhan. Mengapa?

1. Kita menginjil atau melayani sampai mati martir, itu masih hal biasa. Gak hebat2 amat. Karna Tuhan udah mati duluan untuk kita.✝

2. Kita (manusia) mati demi Tuhan, Tuhan gak dapat apa2 kok. Tapi kalau Tuhan mati untuk kita, kita dapat hidup kekal!

3. Dikatakan berkorban haruslah memberikan yg lebih baik atau lebih besar dari orang lain yg kita tolong. Apakah kita (manusia) bisa memberi yg lebih besar daripada yg diberi Tuhan? Pasti tidak!

4. Rom. 12:1, kita diperintahkan untuk mempersembahkan tubuh kita untuk Allah. Itu adalah ibadah yg sejati. Kata "sejati" dalam bahasa aslinya (Yunani) adalah logiken akar kata dari logika. artinya masuk akal, wajar, logis. Jadi, memberi Tubuh bahkan sampai mati martir itu masih hal yg wajar, belum apa2. Masih logiken!

5. Penderitaan yg kita alami juga gak luar biasa amat. Karena semua org di dunia juga ngerasain apa yg kita rasain kok. Sakit, terluka, disiksa, dibunuh, dizolimi? Bukan hanya org Kristen yg ngalamin itu. Org tak percaya, org baik yg bukan Kristen juga ngalamin kok.

6. 1 Pet. 4:12, bilang gak usah heran akan nyala api siksaan yg kamu terima, seolah2 ada yg hal yg luar biasa terjadi. Siksaan itu biasa. Mmg org yg mau hidup benar dan konsisten akan menderita aniaya kok. 2 Tim3:12.

7. Jadi, apa yg sudah kita beri untuk Tuhan? Uang? Waktu? Karir? Keluarga? Pekerjaan? Itu masih belum hebat! Biasa aja! Loh kok bisa? Iya dong, tubuhmu aja yg harganya lebih mahal dari dunia ini, jika dipersembahkan untuk Tuhan masih bernilai wajar!

Mari kita sama-sama belajar merenungkan. Jika ada mau ditambah, ditanyakan atau tdk disetujui, saya terbuka untuk kritik demi pendewasaan kita di dalam Tuhan.

selamat Rabu siang,
Salam Alkitabiah, Sound Doctrine, Tuhan Yesus memberkati.

Ev. Marudut Sianturi

Share this:

Tidak ada komentar