PERJAMUAN TUHAN Vs PERJAMUAN KUDUS


PERJAMUAN TUHAN  Vs PERJAMUAN KUDUS

KONSEP PERJAMUAN TUHAN

[1] Istilah "Perjamuan Tuhan"  adalah alkitabiah.

1 Korintus 10:21
Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.

1 Korintus 11:20
Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan, perjamuan Tuhan.

[2] Maknanya adalah ORDINANSI  (upacara yang diperintahkan sebagai peringatan akan pengorbanan Tuhan).  Roti yang adalah menggambarkan Tubuh  Tuhan, dan cawan anggur yang adalah menggambarkan darah-Nya yang tertumpah untuk pengampunan dosa.

1 Korintus 11:24-25 (TB) 
dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"

Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

[3]  Sistem pelaksanaannya bersifat tertutup. Artinya hanya untuk anggota jemaat lokal setempat. Hal ini merupakan sebagai konsekuensi dari sifat gereja lokal dan independen. Lokal artinya Tubuh Tuhan  itu satu jemaat lokal  di sebuah lokasi. Independen artinya tidak dapat diintervensi oleh apa pun, bahkan  alam maut sekali pun. Dengan demikian maka kita dapat menerapkan prinsip disiplin dan menjaga kemurnian jemaat baik secara pengajaran maupun karakter.

Matius 16:18 (TB) 
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Efesus 4:4-5 (TB) 
Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan*.

KONSEP PERJAMUAN KUDUS

[1] Istilah "Perjamuan Kudus" adalah tidak alkitabiah. Istilah yang salah maka akan menghasilkan makna yang salah.

[2] MAKNANYA adalah SAKRAMEN (upacara yang mengandung unsur sakral/pencucian). Jelas konsep ini tidak alkitabiah dan sangat bertentangan dengan doktrin keselamatan (soteriologi). Jika dalam doktrin keselamatannya, kita dikudusksn sekali untuk selamanya oleh pengorbanan Yesus Kristus, maka seharusnya dalam doktrin gereja tidak boleh mengajarkan adanya upacara SAKRAMEN dan memunculkan istilah PERJAMUAN KUDUS. Istilah yang salah akan memunculkan  makna yang salah.

[3]  Sistem pelaksanan dari konsep ini adalah terbuka. Artinya yang boleh ambil Perjamuan ini bukan hanya anggota jemaat setempat,  tetapi juga terbuka bagi tamu/simoatisan yang datang. Sistem ini jelas tidak alkitabiah dan sangat berbahaya. Karena dengan demikian tidak dapat menerapkan disiplin dan kemurnian jemaat tersebut.

Istilah yang salah akan menghasilkan makna yang salah. Makna yang salah pasti akan menghasilkan  sistem yang salah. Terbukti dan teranalisa dengan sangat jelas dan terang benderang.

Semoga sekarang pembaca dapat mengerti perbedaan antara konsep Perjamuan Tuhan Vs Perjamuan Kudus yang telah dipaparkan di atas dengan jelas. Jika seseorang telah mengerti kebenaran dengan sangat jelas,  maka ia dapat membedakan manakah konsep yang benar dan yang salah.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita akan kebenaran. Kiranya Roh Kudus menerangi pikiran dan hati setiap pencari dan pencinta kebenaran.


Semarang, 23 April 2018.
Gbl. Rian Basuki, S.Th.
(GEMBALA GBIA SEMARANG)

Share this:

Tidak ada komentar