MEREKA YANG TERBUNUH TERORIS, AKAN MASUK SORGA?




MEREKA YANG TERBUNUH TERORIS, AKAN MASUK SORGA?

Dunia dikejutkan oleh berita terbunuhnya tiga ratusan orang di Srilanka. Tidak ada satu orang pun yang tidak tersentak dan merasa sedih serta marah kecuali mereka yang sepaham dengan para teroris. Semua orang yang berakal sehat pasti menggelengkan kepala jika dikatakan bahwa si pembunuh akan masuk Sorga dan diberi hadiah bidadari, kecuali mereka yang tidak menjalankan akal sehat atau yang akal sehatnya telah ditundukkan pada Lucifer.

Tetapi di sisi lain, benarkah orang-orang yang terbunuh oleh teroris itu pasti masuk Sorga? Apakah karena mereka mati sedang di dalam gereja lalu mereka pasti ke Sorga? Apakah karena mereka merayakan Paskah dan mati lalu mereka pasti ke Sorga? Semua pertanyaan tersebut harus dijawab sesuai ayat Alkitab.

CARA DAPATKAN KEPASTIAN MASUK SORGA MENURUT ALKITAB

Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa (Rom.3:10,23). Dan orang berdosa tidak mungkin bisa masuk Sorga karena Sorga itu tempat Allah yang maha suci dan Sorga itu tempat yang maha suci.

Agar bisa masuk Sorga, dosa manusia harus diselesaikan. Dan penyelesaian dosa hanya melalui penghukuman. Dosa selesai jika dosa itu dijatuhi penghukuman. Seorang pembunuh tidak akan selesai dosanya di hadapan hukum pemerintah di muka bumi ini dengan berbuat amal, melainkan ia harus dihukum.

Karena dosa selesai melalui penghukuman, maka untuk menyelamatkan manusia, Allah mengumumkan kedatangan Penyelamat yang akan dihukumkan untuk menggantikan manusia berdosa. Dan sebelum kedatangan Sang Penyelamat itu, manusia disuruh melakukan ibadah simbolik yang menggambarkan Sang Juruselamat dan menggambarkan penghukumanNya dengan menyembelih seekor domba di atas mezbah. Tentu Domba atau kambing korban bukan Penyelamat melainkan hanya menyimbolkanNya.

Yohanes Pembaptis kemudian menunjuk Yesus sambil berseru "lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia." Yesus disalibkan seperti seekor domba di atas mezbah menanggung dosa seisi dunia. Dia yang tidak berdosa telah dijadikan dosa supaya dihukumkan untuk menggantikan manusia yang berdosa.

Setiap manusia yang hidup SEBELUM penyalibanNya akan dihitung selesai dosanya jika ia mau bertobat (mengaku salah dan menyesal), dan percaya bahwa Allah AKAN DATANG mengenakan tubuh menusia menjadi Penyelamat untuk dihukumkan menanggung dosanya. Itulah yang diimani oleh Nuh, Abraham, Musa yaitu Juruselamat yang akan menanggung dosa mereka.

Setiap manusia yang hidup SESUDAH penyalibanNya akan dihitung selesai dosanya jika ia mau bertobat dan percaya bahwa Allah SUDAH DATANG mengenakan tubuh manusia menjadi Juruselamat untuk dihukumkan menanggung dosanya. Itulah yang diimani oleh orang Kristen sepanjang masa sesudah penyaliban Yesus Kristus.

Untuk dapatkan kepastian masuk Sorga HANYA PERLU mengimani INJIL YANG BENAR, tidak boleh ditambah dengan perbuatan.

Ef. 2:8   Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

YESUS PALSU, ROH IBLIS & INJIL PALSU

Dari Alkitab kita tahu bahwa ternyata Iblis telah merusak Injil dengan mempromosikan Yesus yang berbeda dan juga ada roh lain yang ikut bekerja.

2 Kor 11:4  Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Dari ayat tersebut kita diberitahukan bahwa sejak zaman Paulus telah beredar Yesus palsu, dan juga adanya roh lain, serta injil lain yang palsu. Sudah pasti orang yang percaya pada Yesus palsu, dan injil palsu, maka roh palsu yaitu roh iblis yang masuk ke dalam orang tersebut.

Orang yang percaya Yesus palsu, injil palsu dengan roh palsu tidak mungkin masuk Sorga sekalipun mereka matinya oleh bom teroris. Orang Kristen yang berhikmat bukan yang percaya bahwa karena korban kekejaman maka ia akan masuk Sorga. Standar masuk Sorga ialah bertobat dan percaya pada Yesus yang alkitabiah, Injil yang alkitabiah, dan didiami Roh Kudus.

Yesus yang wajahnya di banyak kalender itu hasil lukisan abad ke empat ke atas. Pelukisnya tidak pernah lihat wajah Yesus, hasil lukisannya adalah Yesus palsu. Yesus asli tidak kita ketahui wajahnya, dan tidak ada keperluan untuk tahu wajah Yesus. Menurut Yesaya 53:2 wajah Yesus ketika sebagai manusia tidak tampan, tidak ada yang tertarik melihat wajahNya.

Yoh 20:29  Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Jika Yesusnya salah maka injilnya pasti salah. Menambahkan apapun pada Injil maka akan menjadikan Injil cacat dan tidak dapat menyelamatkan lagi. Orang Galatia yang mencoba menambahi Injil dengan sunat ditegur sangat keras oleh Paulus, bahwa mereka lepas dari Kristus dan di luar kasih karunia.

Gal 5:4  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Injil yang benar tidak membolehkan orang berdoa SELAIN kepada Allah dan Tuhan Yesus. Jika seseorang berdoa kepada Yusuf, Thomas, Paulus, Magdalena, Maria, itu salah besar. Tindakan itu mengartikan bahwa orang yang berdoa itu menempatkan orang-orang tersebut pada status illahi, padahal mereka adalah manusia biasa. Tindakan ini akan menyebabkan mereka masuk neraka sekalipun mereka dibunuh oleh teroris.

KESIMPULANNYA

Seseorang yang kita yakini bahwa dia mati masuk Sorga ialah jika dia sudah sungguh bertobat, dan dia percaya kepada Yesus yang alkitabiah, Injil yang alkitabiah, dan yang didiami Roh Kudus. Jika orang tersebut tidak bertobat dan tidak beriman yang sesuai Alkitab, sekalipun ia dibunuh dengan cara yang sangat kejam, penderitaannya itu tidak membuat dia mau Sorga.

Saya sangat amat sedih ketika mendengar berita pengeboman di Srilanka dan terlebih ketika menyaksikan video pembantaian yang dilakukan kelompok ISIS. Hal yang membuat saya LEBIH sangat amat sedih lagi ialah jika mendapatkan bahwa korban bukan dalam iman yang alkitabiah misalnya mereka dari kompok yang mempercayai Injil yang salah.

Oleh sebab itu saya ingin mengajak pembaca untuk mengejar kebenaran, mencari tahu Yesus alkitabiah, Injil yang alkitabiah, sehingga dipenuhi Roh Kudus. Harapan saya artikel singkat ini akan menambah hikmat pembaca, dan akan mendorong pembaca untuk mencari tahu tentang Yesus yang sesuai Alkitab, dan Injil yang sesuai Alkitab. Kiranya Tuhan menolong dan menuntun pembaca.

Jakarta, 25 April 2019
Dr. Suhento Liauw
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
Maranatha!

Share this:

Tidak ada komentar